Dalam penanganan kasus tersebut, Khofifah memastikan persoalan biaya perawatan tidak dibebankan kepada korban maupun keluarga. Seluruh biaya penanganan medis para korban ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

“Seluruh penanganan biaya dari Pemkab ya. Yang terpenting penanganan dilakukan maksimal dan ini menjadi bahan evaluasi bersama,” tegas Khofifah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dugaan keracunan tersebut diketahui tidak hanya terjadi di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Sejumlah siswa dari 19 sekolah lain di wilayah sekitar juga mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang dipasok oleh SPPG Kalitengah.

Kondisi tersebut membuat penanganan dilakukan secara lintas fasilitas kesehatan. Para korban yang mengalami keluhan mendapatkan pemeriksaan dan perawatan sesuai kondisi masing-masing.

Pemerintah kini tidak hanya berfokus pada penanganan korban, tetapi juga evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara menyeluruh sekaligus menjadi dasar perbaikan ke depan.

Khofifah menegaskan bahwa penanganan korban harus menjadi prioritas. Setelah kondisi para pasien relatif stabil, langkah evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan standar keamanan pangan dalam penyelenggaraan program MBG tetap terjaga.

Di sela kunjungannya, Khofifah juga mendengarkan cerita dari salah satu santriwati kelas XII SMA, Humairatuz Zahro, 18 tahun. Zahro mengaku kondisi kesehatannya telah membaik, meskipun sesekali masih merasakan pusing dan mual.

“Sudah sehat. Tapi kadang masih pusing dan mual. Kemarin MBG makannya telur orak-arik, tempe bali, sama nasinya. Saya enggak makan sayurnya,” ujar Zahro.

Kesaksian tersebut menjadi bagian dari gambaran kondisi yang dialami para pelajar setelah mengonsumsi menu MBG.

Dengan 24 santri telah diperbolehkan pulang dan tiga lainnya masih dalam pemantauan, pemerintah berharap seluruh korban segera pulih. Di sisi lain, evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG di wilayah Sidoarjo diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh agar aspek keamanan dan kualitas makanan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Kunjungan Khofifah juga menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada para korban sekaligus memastikan proses penanganan berjalan maksimal. Pemerintah daerah diharapkan terus memastikan korban mendapatkan pelayanan kesehatan hingga benar-benar pulih, sementara proses evaluasi dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2