“Rukyatul hilal bukan semata-mata soal terlihat atau tidaknya hilal, tetapi juga bagian dari proses verifikasi data hisab secara langsung di lapangan. Kami mengapresiasi partisipasi semua pihak yang terlibat,” ujar Adib.

Menurutnya, keterlibatan tim falakiyah, perwakilan ormas Islam, akademisi, hingga media menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas proses penetapan awal Ramadan. Hal ini dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan menenangkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Adib juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia. Keputusan tersebut akan menjadi rujukan nasional dalam menentukan awal ibadah puasa.

“Semoga sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga setiap keputusan keagamaan yang diambil benar-benar membawa kemaslahatan dan persatuan umat,” katanya.

Sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam, dengan mempertimbangkan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan serta perhitungan hisab yang komprehensif.(***)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2