BERITASIBER.COM | JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir di Ibu Kota.
Upaya ini dilakukan seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir yang berpotensi berlangsung lama.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya pelaksanaan modifikasi cuaca tidak hanya dilakukan di wilayah udara Jakarta, tetapi juga diperluas ke kawasan penyangga.
Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di daerah sekitar turut berkontribusi terhadap peningkatan debit air yang mengalir ke Jakarta.
“Kami sudah meminta BMKG agar konsentrasi modifikasi cuaca tidak hanya di Jakarta. Wilayah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Depok juga perlu dilakukan modifikasi cuaca,” ujar Pramono saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Kamis (22/1).
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI saat ini memfokuskan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jakarta, sementara BMKG mengoordinasikan pelaksanaan OMC di luar wilayah administrasi Ibu Kota.
Langkah ini dinilai penting agar pengendalian curah hujan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan terintegrasi.
Ia mengungkapkan bahwa pemantauan potensi hujan lebat dilakukan sejak pagi hari melalui koordinasi intensif dengan BMKG dan Pemerintah Pusat.





