2. Jagong Waton (Jagongan Bermanfaat): Ruang diskusi santai antara aparat dan warga untuk menyerap aspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat secara persuasif.
3. Jumat Bersih: Agenda rutin mingguan yang melibatkan seluruh perangkat untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur dan taman.
4. Berbagi Kasih: Sisi humanis pelayanan melalui penyaluran paket sembako bagi warga prasejahtera, membuktikan bahwa kelurahan hadir secara emosional di tengah masyarakat.
“Program-program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendekatkan aparatur dengan masyarakat. Harapannya, semua kegiatan ini memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.
Upaya penataan lingkungan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembersihan area halaman, perawatan taman, pemangkasan tanaman, pengecatan fasilitas umum, hingga penataan ulang ruang pelayanan agar lebih fungsional dan nyaman.
“Kelurahan Sidoharjo juga aktif mengedukasi masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui sosialisasi pengelolaan sampah dan kampanye hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas perubahan positif tersebut. Mereka menilai suasana kantor kini jauh lebih nyaman dan pelayanan terasa lebih ramah. Lingkungan yang bersih dan rapi juga memberikan kesan profesional serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur kelurahan.
“Sekarang kantor kelurahan terlihat lebih bersih dan tertata. Kami merasa lebih nyaman saat mengurus administrasi,” ujar salah seorang warga.
Dengan wajah kantor yang lebih bersih dan rapi, Kelurahan Sidoharjo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
“Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan produktif, sekaligus menjadi inspirasi bagi instansi pemerintahan lain dalam membangun budaya pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ungkap Lurah Sidoharjo.(Bs)






