“Prosesnya harus transparan. Saya minta informasi perkembangannya disampaikan secara terbuka kepada publik melalui mekanisme yang telah disiapkan,” katanya.
Lebih lanjut, Kapolri menegaskan komitmennya sejak awal menjabat untuk menindak tegas setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran hukum maupun etika. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyimpangan perilaku aparat, tanpa memandang jabatan atau satuan.
“Sejak awal saya selalu menekankan, terhadap anggota yang berprestasi akan diberikan penghargaan. Namun bagi yang melanggar, pasti akan diberikan sanksi tegas. Tidak ada pandang bulu karena semua sudah diatur dalam ketentuan dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Kasus dugaan penganiayaan pelajar oleh oknum Brimob ini menjadi sorotan luas masyarakat. Publik mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara objektif, transparan, dan tanpa intervensi, mengingat korban merupakan warga sipil dan masih berusia muda.
Polri memastikan komitmennya untuk menjaga kepercayaan publik melalui penanganan kasus yang profesional dan akuntabel. Langkah tegas yang diambil dalam perkara ini diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi seluruh personel agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai hukum, etika, serta hak asasi manusia dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.






