BERITASIBER COM | MAGETAN – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus mendorong inovasi pertanian ramah lingkungan. Kali ini, tim dosen ITS bersama sepuluh mahasiswa melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) di Dusun Tegal Rejo, Desa Lembeyan Wetan, Kabupaten Magetan. Program tersebut mengusung tema “Inovasi Pupuk Nano-Grafena Cair N/P/K untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Padi.”

Selama ini, petani padi di Magetan menghadapi masalah serius akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan. Selain merusak lingkungan seperti menurunkan kualitas tanah dan mencemari air pupuk kimia juga memberatkan petani karena mahal, sulit diakses, dan berisiko bagi kesehatan. Kondisi ini semakin rumit karena lahan padi di Desa Lembeyan Wetan ditanam hingga empat kali dalam setahun, sehingga kebutuhan pupuk melonjak tinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebagai solusi, tim ITS yang dipimpin oleh Prof. Dr. Darminto memperkenalkan pupuk cair nano-grafena yang diperkaya unsur hara N, P, dan K. Pupuk ini diaplikasikan dengan metode foliar spray, sehingga bisa langsung diserap oleh daun melalui stomata dengan lebih cepat dan efisien dibanding pupuk kimia biasa.

Tak hanya itu, ITS juga memberikan demo pembuatan pupuk tabur dari sekam padi menggunakan alat pirolisis sederhana serta katalis pembenah tanah. Kombinasi pupuk nano-grafena, pupuk sekam padi, dan katalis diharapkan mampu meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki penyerapan air, serta mendukung pertumbuhan akar padi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Lembeyan Wetan, Sumiran, S.Pd., dan Ketua Gapoktan, H. Muhadi Suratminto. Keduanya menyambut baik inovasi ITS untuk pertanian berkelanjutan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2