“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Petani harus bisa mandiri membuat pupuk sendiri agar penggunaan pupuk kimia yang berlebihan bisa berkurang,” ungkap Muhadi.
ITS juga melakukan evaluasi terhadap demplot padi yang menggunakan pupuk nano-grafena tanpa tambahan pupuk kimia. Hasilnya mengejutkan: produktivitas padi mencapai 1,010 kg/m².
Pemilik lahan, Samuri Hidayat, mengaku puas. “Ternyata hasilnya sangat bagus meski tanpa pupuk kimia. Ini membuat kami lebih yakin untuk menerapkan pupuk nano-grafena di musim tanam berikutnya,” ujarnya.
Inovasi pupuk nano-grafena yang dipadukan dengan pupuk tabur sekam padi dan katalis tanah diharapkan menjadi solusi nyata bagi petani Magetan. Selain meningkatkan produktivitas padi, inovasi ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus menghasilkan beras yang lebih sehat dan ramah lingkungan.(Suyono).






