Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul turut menekankan pentingnya pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyaluran bantuan sosial bagi korban terdampak bencana. Dengan dukungan data terpadu, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pendekatan berbasis data menjadi sangat penting agar tidak ada warga terdampak yang terlewat dan bantuan benar-benar diterima mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan sistem dan data. Nilai kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama setiap personel Tagana. Korban bencana, kata dia, tidak hanya kehilangan rumah atau harta benda, tetapi juga rasa aman, kenyamanan, dan harapan untuk bangkit kembali.
Karena itu, seluruh anggota Tagana diminta selalu mengedepankan empati, kepedulian, dan pendekatan humanis dalam setiap tugas kemanusiaan yang dijalankan.
Pada momen HUT ke-22 ini, Tagana juga didorong berkontribusi dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah pun diminta terus memperkuat dukungan terhadap kapasitas kelembagaan, pelatihan, serta kebutuhan operasional Tagana di masing-masing wilayah.
Rangkaian apel ditutup dengan simulasi vertical rescue yang menampilkan kemampuan teknis penyelamatan personel Tagana dalam situasi darurat. Demonstrasi tersebut menunjukkan kesiapan, keterampilan, dan dedikasi Tagana sebagai garda terdepan perlindungan sosial di tengah ancaman bencana yang terus meningkat.






