BOGOR — Komitmen pemerintah dalam memberantas dan menangani permasalahan narkotika secara komprehensif kembali diwujudkan melalui langkah nyata kolaborasi antarlembaga. Sehari pasca penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi bagi Pecandu, Penyalahguna, dan Korban Penyalahgunaan Narkotika pada Selasa (11/8), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, memimpin langsung kunjungan kerja bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Kunjungan yang berlokasi di Balai Besar Rehabilitasi BNN, kawasan Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini dirancang untuk melihat dari dekat efektivitas fasilitas serta standar layanan pemulihan yang diberikan kepada para residen. Langkah strategis ini mencerminkan keseriusan negara dalam menghadirkan ekosistem rehabilitasi yang holistik, mencakup dimensi medis, psikologis, sosial, hingga persiapan reintegrasi mandiri ke tengah masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, ketiga pimpinan instansi mengeksplorasi berbagai fasilitas penunjang utama yang dimiliki balai besar. Mulai dari ruang rawat inap medis, fasilitas konseling psikologis, hingga balai pelatihan vokasi sosial yang menjadi motor penggerak kemandirian para residen.
Kelengkapan infrastruktur dan sarana prasarana yang tersedia di kawasan tersebut sukses memantik apresiasi positif dari jajaran menteri kabinet. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melayangkan pujian tinggi terhadap standar operasional dan fasilitas yang disediakan oleh BNN.
“Empat jempol. Fasilitasnya luar biasa, lengkap, dan sangat mendukung proses rehabilitasi,” ungkap Saifullah Yusuf di sela-sela peninjauannya.
Menurutnya, aspek rehabilitasi sosial dan pendampingan paska-pemulihan memegang peranan krusial agar para korban penyalahgunaan narkotika dapat kembali memiliki kepercayaan diri serta keterampilan hidup yang fungsional setelah keluar dari balai.





