LAMONGAN – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan menutup rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 dengan memamerkan puluhan produk inovasi karya mahasiswa.

Berlangsung di halaman Fakultas Sains dan Teknologi Unisda Lamongan, Rabu (12/8/2026), Gelar Karya Produk Inovasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil pengabdian sekaligus kreativitas dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisda Lamongan tersebut mengusung tema “Mahasiswa Berkarya, Desa Berdaya”. Beragam produk yang ditampilkan merupakan hasil pengembangan mahasiswa selama menjalankan KKN selama kurang lebih satu bulan di sejumlah wilayah pengabdian.

Tidak hanya berasal dari Kabupaten Lamongan, kelompok mahasiswa KKN juga mengembangkan inovasi dari berbagai daerah, termasuk Tuban, Bojonegoro, Bawean, dan wilayah pengabdian lainnya.

Puluhan karya tersebut menunjukkan pendekatan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga berupaya mengidentifikasi potensi dan persoalan lokal untuk kemudian diterjemahkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Ketua KKN Unisda Lamongan, Dr. Ahmad Sholikin, S.IP., M.A., mengatakan gelar karya menjadi bagian dari pertanggungjawaban akademik mahasiswa sekaligus bentuk apresiasi atas berbagai karya yang lahir selama proses pengabdian.

Menurutnya, KKN seharusnya tidak berhenti pada kehadiran mahasiswa di desa dan pelaksanaan program kerja. Lebih jauh, mahasiswa dituntut mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“KKN bukan hanya tentang hadir di desa dan menjalankan program kerja, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Berbagai produk yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengubah potensi lokal menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat dan keberlanjutan,” ujarnya.

Salah satu kelompok karya yang menarik perhatian adalah kategori Eco Innovation Produk Olahan Sampah. Melalui kategori ini, mahasiswa menunjukkan bahwa persoalan limbah di lingkungan desa dapat menjadi peluang untuk menghasilkan produk yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi.

Sejumlah inovasi yang dipamerkan antara lain briket berbahan bonggol jagung, kerajinan dari limbah pertanian, gantungan kunci dari sampah plastik, ecopaving, ecoenzim, alat pengepres botol plastik, hingga kursi berbahan ecobrick.

Karya tersebut mencerminkan penerapan konsep ekonomi sirkular dengan mendorong pemanfaatan kembali material yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah. Selain membantu mengurangi limbah, pengolahan tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk bernilai jual.

Inovasi mahasiswa juga menyasar sektor pertanian, peternakan, dan perikanan melalui kategori Smart Agriculture Alat dan Teknologi Pertanian.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2