Selain itu, terdapat pendapat lain dari para ulama mengenai hikmah larangan ini. Beberapa di antaranya berpendapat bahwa larangan tersebut bertujuan agar seluruh anggota tubuh orang yang berkurban tetap lengkap, sehingga dapat dibebaskan dari api Neraka.
Ada juga yang berpendapat bahwa rambut dan kuku yang dibiarkan tumbuh akan dipotong bersamaan dengan hewan kurban, sehingga menjadi bagian dari kurban di sisi Allah.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menegaskan bahwa agama dibangun atas dasar berbagai kemashlahatan, yang mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan.
Ia menjelaskan bahwa tidak ada perintah dari Allah yang tidak mengandung berbagai kemashlahatan yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh.
Dengan demikian, bagi setiap shahibul qurban, penting untuk memahami dan melaksanakan larangan ini dengan penuh keyakinan bahwa di balik setiap perintah dan larangan terdapat hikmah dan kebaikan.
Semoga dengan menjalankan ibadah kurban dengan benar, kita semua dapat meraih keberkahan dan ridha Allah SWT.






