BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Dalam tradisi Jawa, weton memiliki peran penting dalam membaca karakter, peruntungan, hingga pantangan hidup seseorang. Weton merupakan perpaduan antara hari kelahiran dalam kalender Masehi dan pasaran Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Salah satu weton yang cukup sering dibahas adalah weton dengan pasaran Legi, yang dikenal memiliki energi lembut, penuh empati, namun juga menyimpan sejumlah pantangan yang dipercaya perlu dijaga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut primbon Jawa, Weton Legi melambangkan rasa manis, ketenangan, dan daya tarik. Orang yang berweton Legi umumnya digambarkan memiliki kepribadian ramah, mudah bergaul, sabar, serta disukai banyak orang. Namun di balik sifat positif tersebut, terdapat sejumlah larangan dan pantangan yang diyakini jika dilanggar dapat membawa kesialan, konflik batin, atau hambatan rezeki.

Salah satu pantangan utama bagi pemilik weton Legi adalah menghindari sikap terlalu mengalah hingga merugikan diri sendiri. Watak Legi yang cenderung tidak enakan sering dimanfaatkan oleh orang lain. Dalam kepercayaan Jawa, jika hal ini terus dibiarkan, maka energi positif Legi dapat terkikis dan memicu kesialan dalam hubungan sosial maupun pekerjaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pantangan berikutnya adalah tidak dianjurkan bersikap boros atau terlalu royal tanpa perhitungan. Legi dikenal memiliki rezeki yang mengalir, tetapi primbon mengingatkan bahwa sifat terlalu dermawan tanpa batas justru bisa menyebabkan kesulitan finansial di masa depan. Mengelola keuangan dengan bijak menjadi kunci penting bagi weton ini.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2