Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa kawasan transmigrasi saat ini telah mengalami transformasi besar dalam arah pembangunannya. Jika sebelumnya identik dengan pengembangan sektor pertanian, kini kawasan transmigrasi juga diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk sektor perikanan dan industri hilirisasi.
Menurutnya, setiap kawasan transmigrasi memiliki keunggulan yang berbeda sehingga perlu dikembangkan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di daerah.
Permintaan rajungan dari pasar Amerika Serikat, kata Viva Yoga, hingga kini masih sangat tinggi. Pengiriman dilakukan secara rutin dua kali dalam satu bulan dengan kapasitas sekitar 16 ton untuk setiap kontainer. Nilai ekspor yang dihasilkan dari satu kontainer mencapai kisaran Rp14 miliar hingga Rp15 miliar sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara.
Selain memperkuat ekspor nasional, pola bisnis yang diterapkan juga dinilai memberikan dampak sosial yang positif. Proses produksi yang masih didominasi pengerjaan secara manual membuat kebutuhan tenaga kerja tetap tinggi. Kondisi tersebut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung program pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ke depan, pemerintah berencana memperkuat rantai pasok industri perikanan melalui kerja sama yang lebih erat dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Upaya tersebut akan difokuskan pada pemberdayaan nelayan di kawasan transmigrasi, peningkatan kualitas hasil tangkapan, hingga pengembangan industri pengolahan yang lebih dekat dengan sentra produksi.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional. Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat nelayan, komoditas rajungan Indonesia diproyeksikan terus menjadi salah satu andalan ekspor yang mampu mengangkat nilai ekonomi sektor kelautan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim di tingkat global.





