“Kita harus melawan isu radikalisme yang kian marak dan lebih menguatkan lagi Islam yang aman dan damai,” ucapnya.
Sedangkan Nur Diana Khalida, dalam paparannya, membahas tentang pentingnya inklusivitas dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemimpin Islam perempuan dapat menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Hasan Mahfud mengajak semua peserta untuk berperan aktif dalam gerakan moderasi beragama, sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih toleran dan inklusif.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Rektor Unisla Dr Abdul Ghofur, SE., M.Si, menyampaikan terima kasih atas kepercayaannya kepada Unisla untuk ditempati kegiatan Diskusi Islam Damai Sesi 4 ini.
“Terima kasih. Sebuah kehormatan bagi Unisla ditempati kegiatan seperti ini. Mungkin tahun depan juga masih berkenan di sini,” ucapnya.(bs)





