“Kita perlu waspada, Namun mudah-mudahan perubahan cuaca dapat mengurangi curah hujan,” kata kepala badan tersebut Dwikorita Karnawati.
Sri Suyatni, (50) warga setempat mengatakan dia tidak sempat mengambil barang-barangnya sebelum mengungsi dan seluruh rumahnya terendam banjir.
“Banjir kali ini datang cukup cepat, dan kami tidak dapat menyelamatkan barang-barang kami, terutama di toko-toko saya, dan semua barang saya di rumah hilang. Mungkin ini peringatan dari Tuhan.” ucapnya.
“Pemerintah telah mulai membangun tempat penampungan sementara dan mendistribusikan makanan, pakaian, dan obat-obatan untuk para pengungsi,” kata menteri sosial Saifullah Yusuf.
Akibat dampak banjir, warga dievakuasi ke sekolah, masjid, dan gereja yang lebih aman dari genangan banjir.
Wilayah metropolitan Jabodetabek, yang dihuni lebih dari 30 juta orang, sering dilanda banjir. Namun beberapa media lokal melaporkan situasi saat ini, khususnya di Kota Bekasi, adalah yang terburuk sejak 2020.
Banjir menewaskan 60 orang di Jakarta pada tahun 2020, menyusul hujan lebat satu hari terderas sejak pencatatan dimulai pada tahun 1866.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






