BERITASIBER.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak para pelaku usaha yang tergabung dalam Pengusaha Tani Indonesia (PTI) untuk mengubah paradigma bisnis dengan mengedepankan pembangunan korporasi agribisnis yang berdaya saing dan berorientasi ekspor.

Menurutnya, masa depan sektor pertanian Indonesia tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha memanfaatkan peluang pasar global yang terus berkembang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pesan tersebut disampaikan Sudaryono saat menghadiri pelantikan pengurus sekaligus pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Pengusaha Tani Indonesia di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa transformasi pola pikir menjadi faktor utama agar sektor pertanian nasional mampu berkembang lebih cepat dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

Menurut Sudaryono, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kebijakan tersebut, kata dia, membuka ruang yang luas bagi dunia usaha untuk berinvestasi dan memperluas pasar, terutama melalui kegiatan ekspor berbagai komoditas unggulan Indonesia.

Ia menilai peluang yang tersedia di pasar internasional jauh lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan proyek-proyek pemerintah yang memiliki keterbatasan anggaran dan mekanisme birokrasi yang ketat. Karena itu, para pengusaha tani didorong untuk membangun usaha secara berkelanjutan dengan memperkuat kapasitas produksi, pengolahan, hingga pemasaran ke luar negeri.

Sudaryono mencontohkan sejumlah peluang ekspor yang saat ini tengah dibuka pemerintah, seperti ekspor ceker ayam ke China, perluasan pasar karet ke Rusia, hingga peningkatan ekspor berbagai komoditas perkebunan. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha nasional untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Selain itu, pemerintah juga terus mempercepat pembukaan akses pasar internasional bagi komoditas unggulan lainnya. Keberhasilan menembus pasar ekspor durian segar ke Tiongkok menjadi salah satu bukti bahwa produk pertanian Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing apabila didukung kualitas yang baik serta tata kelola usaha yang profesional.

Dalam upaya memperkuat sektor perkebunan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,9 triliun yang difokuskan pada pengembangan sembilan komoditas strategis nasional. Program tersebut mencakup pengembangan kelapa, kakao, kopi, pala, lada, serta sejumlah komoditas perkebunan unggulan lainnya yang memiliki prospek ekspor tinggi.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2