Melalui program tersebut, pemerintah berharap tercipta sentra-sentra produksi baru yang mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat rantai pasok nasional. Sudaryono mengajak anggota PTI untuk mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai produsen bahan baku, tetapi juga sebagai pelaku industri pengolahan, distributor, hingga eksportir yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah.
Menurutnya, peningkatan nilai tambah menjadi salah satu kunci agar sektor pertanian mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan memperkuat industri hilir, komoditas pertanian Indonesia tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam bentuk produk olahan yang memiliki daya saing lebih tinggi di pasar internasional.
Di sisi lain, Sudaryono juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan usaha. Ia memastikan Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, ia meminta para pelaku usaha tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan pejabat kementerian untuk menawarkan kemudahan memperoleh proyek atau fasilitas tertentu.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan di lingkungan Kementerian Pertanian dilakukan berdasarkan aturan dan mekanisme resmi. Apabila terdapat oknum yang menjanjikan akses tertentu dengan mengatasnamakan pejabat kementerian, para pengusaha diminta segera melakukan konfirmasi melalui jalur resmi agar tidak menjadi korban praktik percaloan.
Menutup arahannya, Sudaryono mengajak para pengusaha tani untuk lebih aktif turun ke lapangan dan memahami kondisi riil sektor pertanian. Menurutnya, peluang bisnis terbesar justru berada di sentra produksi, kebun, dan lahan pertanian, bukan hanya di ruang rapat atau kantor.
Melalui Rakernas I Pengusaha Tani Indonesia, pemerintah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, petani, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem agribisnis modern yang efisien, berdaya saing, dan berorientasi ekspor.
Dengan kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai salah satu produsen pangan dan komoditas pertanian utama di pasar dunia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan usaha yang berkelanjutan.





