“Harapan kami yang mewakili unsur tokoh agama masing-masing, kecintaan umat, kecintaan generasi muda kepada Al-Qur’an semakin bertumbuh dan akan tercipta, lahir generasi-generasi yang unggul. Semoga lewat pelaksanaan MTQN ke-55 Tingkat Kecamatan Siantar Utara ini, semakin bertumbuh bibit-bibit unggul, khususnya para generasi muda yang semakin mencintai Al-Qur’an kitab suci, semakin juga menjadi orang-orang yang berkontribusi untuk membantu bangsa dan negara,” sebutnya.
Ketua LPTQ Kota Pematangsiantar Hamzah Fanshuri Damanik mengungkapkan MTQN bukan sekadar kompetisi. Namun juga sebagai cara penyaluran untuk menanamkan generasi yang Qur’ani.
“Untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman terhadap nilai-nilai kandungan Al Qur’an. Kepada Dewan Hakim yang telah dilantik, sekiranya dapat melaksanakan tugas dengan baik, karena ini bagian dari tugas kita dalam membumikan Al Qur’an di kota tercinta ini. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu,” tukasnya.
Sebelumnya, Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus menyampaikan, kehadiran m tokoh lintas agama di acara tersebut karena cerita perbedaan agama dan suku sudah selesai di Kota Pematangsiantar.
“Kita sudah selesai membahas perbedaan. Kita sepakat perbedaan telah selesai di Kota Pematangsiantar yang toleran ini. Maka dari itu, saya berharap MTQN ini menjadi momen pemersatu di Kota Pematangsiantar,” katanya.
Marlon mengatakan, tahun lalu Kota Pematangsiantar meraih peringkat 5 Kota Toleran di Indonesia.
“Kita usahakan ke depan menjadi nomor 1. Kalau pada pelaksanaan MTQN Tingkat Kota Pematangsiantar nanti, kami akan menampilkan perbedaan agama, suku, dan adat, karena itulah persatuan untuk mensukseskan MTQN Kota Pematangsiantar,” tuturnya.
Tampak hadir, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Pematangsiantar diwakili Amrial Saragih, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Pematangsiantar Hj Ernayati Saragih, serta para lurah se-Kecamatan Siantar Utara.
Sebelum acara pembukaan MTQN yang diikuti 233 peserta, Camat Siantar Utara Marlon Brando Sitorus dan jajaran lurah melepas pawai dari Jalan Patuan Anggi depan kantor camat. Lalu peserta pawai menuju Jalan Ade Irma, Jalan Nagur, dan kembali ke Kantor Camat.(Pirhot Nababan).






