Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung kehadirannya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Dia menyatakan kedatangannya untuk menutup Muktamar ke-35 NU sekaligus menepati janji yang sebelumnya pernah disampaikan.
Prabowo mengatakan dirinya kembali hadir di Bahrul Ulum sesuai dengan komitmen yang telah dibuat. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penutupan Muktamar ke-35 NU.
Muktamar ke-35 NU sendiri menjadi momentum penting bagi organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan untuk periode mendatang. Dalam forum tersebut, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Sementara KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU.
Mantan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga hadir dalam rangkaian acara penutupan sekaligus ikut menyerahkan Kartanu kepada Prabowo.
Usai menerima kartu, Prabowo tidak langsung menyimpannya. Dia justru menunjukkan Kartanu tersebut kepada para tamu dan muktamirin yang berada di lokasi acara.
Aksi tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam penutupan Muktamar ke-35 NU. Presiden tampak semringah sambil memperlihatkan kartu yang baru saja diberikan kepadanya.
Prabowo kemudian kembali menyampaikan apresiasinya atas pemberian tersebut. Menurutnya, status sebagai anggota seumur hidup menjadi hal yang membuat kartu tersebut semakin istimewa.
Pemberian Kartanu kepada Prabowo berlangsung di tengah agenda konsolidasi besar Nahdlatul Ulama. Muktamar tidak hanya menjadi forum organisasi untuk menentukan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara jajaran NU dengan sejumlah tokoh nasional.
Bagi Prabowo, momen menerima Kartanu menjadi bagian tersendiri dari kunjungannya ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Dia menganggap pemberian tersebut sebagai bentuk kehormatan yang diterimanya dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Dengan diterimanya Kartanu tersebut, Prabowo secara terbuka menunjukkan apresiasinya terhadap pemberian identitas keanggotaan NU itu. Sorotan Presiden terhadap tulisan “anggota seumur hidup” pada kartu tersebut pun menjadi bagian yang paling menarik perhatian dalam pidatonya saat menutup Muktamar ke-35 NU.





