BULUKUMBA — Pelayanan di Puskesmas Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, kembali menjadi sorotan. Sejumlah petugas diduga berbincang di luar kepentingan pelayanan hingga tertawa saat jam kerja berlangsung ketika pasien tengah mengantre.
Keluhan tersebut disampaikan aktivis senior Komite Konsolidasi Rakyat Bulukumba (KKRB), Arie M Dirgantara. Ia mengaku menyaksikan langsung dugaan tersebut saat mengantar keluarganya menjalani pemeriksaan kesehatan di bagian pelayanan umum Puskesmas Bontobangun pada Jumat (21/8/2026).
Arie mengatakan kondisi pelayanan saat itu cukup ramai. Sejumlah pasien disebut harus menunggu untuk mendapatkan pelayanan.
Di tengah antrean tersebut, Arie mengaku mendengar percakapan sejumlah petugas yang menurutnya tidak berkaitan dengan kepentingan pelayanan. Ia juga mendengar suara tawa dari dalam ruang pelayanan, termasuk dari arah ruang laboratorium.
“Peristiwa ini seharusnya bukan hanya dijadikan bahan pelajaran untuk berbenah. Kepala puskesmas sudah seharusnya mengambil sikap tegas dengan memberikan teguran terhadap petugas yang diduga abai dan tidak fokus melayani pada jam kerja,” kata Arie, Rabu (26/8/2026).
Menurut Arie, jika dugaan tersebut terbukti melalui pemeriksaan internal, petugas yang bersangkutan harus diberikan tindakan sesuai ketentuan. Ia juga menilai perlu ada permohonan maaf kepada masyarakat.
Arie Desak Kepala Puskesmas Dievaluasi
Arie menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan melalui rapat internal. Ia meminta adanya evaluasi terhadap petugas yang diduga tidak fokus memberikan pelayanan saat jam kerja.
Ia juga mempertanyakan belum adanya penjelasan secara terbuka mengenai langkah yang telah diambil pihak Puskesmas Bontobangun setelah keluhan tersebut mendapat perhatian dan diberitakan sejumlah media online.
“Sejauh ini kami menunggu kabar baik berupa adanya tindakan tegas yang diambil oleh kepala puskesmas atas dugaan petugas lalai dan tidak fokus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya meminta evaluasi terhadap petugas, Arie juga mendorong Bupati Bulukumba mempertimbangkan evaluasi terhadap Kepala Puskesmas Bontobangun.
Menurutnya, kepala puskesmas memiliki tanggung jawab memastikan seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional selama jam pelayanan.
“Kami heran, kepala puskesmas sampai hari ini saya tidak pernah mendengar ada narasi permohonan maaf, teguran keras, ataupun pernyataan telah mengecek dan menelusuri kejadian yang saya temukan dan alami langsung itu,” katanya.
Arie menilai persoalan tersebut bukan semata-mata masalah komunikasi internal, tetapi menyangkut etika dalam pelayanan publik.
“Ini adalah persoalan etika pelayanan. Harusnya ada evaluasi serius terhadap para petugas di puskesmas ini, termasuk pemeriksaan terhadap beberapa petugas yang diduga bergosip dan tertawa pada saat jam pelayanan kantor,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Klaim Sudah Evaluasi
Kepala Puskesmas Bontobangun, Hj Yuliana, memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (26/8/2026).
Yuliana mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kualitas pelayanan di Puskesmas Bontobangun.
“Sesama warga Kecamatan Rilau Ale mari kita sama-sama memberikan hal kebaikan dan pelayanan yang baik dan memberitakan hal yang baik,” tulis Yuliana.
Ia mengatakan pihaknya terbuka terhadap kritik, masukan, dan saran dari masyarakat.
Yuliana juga menyebut pihaknya telah menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya dengan menggelar rapat bersama seluruh tim unit layanan.
“Kami selalu terbuka terhadap masukan dan kritikan serta saran perbaikan. Kami sudah tindaklanjuti dengan melakukan rapat dengan seluruh tim unit layanan dengan adanya pemberitaan tersebut,” katanya.





