Pedoman dari American Association for the Study of Liver Diseases (AASLD) juga menekankan pentingnya memperhatikan kualitas pola makan pada kondisi MASLD. Pembatasan makanan yang padat energi, lemak jenuh, karbohidrat olahan, serta makanan dan minuman dengan kandungan fruktosa tinggi menjadi bagian dari pendekatan pengelolaan kondisi tersebut.

Selain pola makan, aktivitas fisik juga memiliki peran penting. Bergerak secara rutin dapat membantu menjaga berat badan sekaligus mendukung kesehatan metabolik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Cara Membuat Mi Instan Lebih Seimbang

Bagi anak muda yang tetap ingin mengonsumsi mi instan, makanan tersebut dapat dilengkapi dengan bahan pangan lain agar komposisinya lebih beragam. Menambahkan sayuran, misalnya, dapat meningkatkan asupan serat dan zat gizi. Sumber protein seperti telur juga dapat menjadi pelengkap.

Meski demikian, tambahan tersebut tidak serta-merta membuat mi instan menjadi makanan yang ideal untuk dikonsumsi setiap hari. Pengaturan porsi dan frekuensi tetap diperlukan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan bumbu. Konsumsi natrium secara berlebihan perlu dihindari sebagai bagian dari pola makan sehat. Karena itu, mengatur jumlah bumbu sesuai kebutuhan dapat menjadi salah satu pilihan.

Yang Perlu Diwaspadai Adalah Pola Hidup

Dengan demikian, anggapan bahwa “mi instan menyebabkan fatty liver” secara langsung kurang tepat. Risiko kesehatan hati lebih erat berkaitan dengan keseluruhan pola makan, keseimbangan energi, berat badan, aktivitas fisik, serta faktor metabolik lainnya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan, sementara tubuh kurang aktif bergerak, dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan gangguan metabolik. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya MASLD.

Bagi anak muda, menjaga berat badan dalam rentang sehat, rutin beraktivitas fisik, memperbanyak konsumsi makanan bergizi, serta membatasi makanan ultra-proses merupakan langkah yang lebih penting daripada hanya berfokus pada satu jenis makanan.

Mi instan masih dapat dikonsumsi sesekali sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Namun, menjadikannya sebagai makanan utama secara terus-menerus bukan pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang, termasuk kesehatan hati.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2