Keberadaan Posko EMILIA juga mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh yang berkunjung. Wakil Sekretaris PC GP Ansor Situbondo Ahmad Zaini, misalnya, menilai posko tersebut cukup representatif untuk mendukung aktivitas jurnalis maupun tamu yang datang.
“Posko Emilia ini representatif, nyaman untuk bekerja dan beristirahat. Makanan, kopi hingga wifi tersedia di sini. Saya salut dengan kepedulian Ning Lia terhadap para jurnalis,” tuturnya.
Tidak hanya jurnalis, sejumlah tokoh juga menjadikan Posko EMILIA sebagai tempat bersilaturahmi selama muktamar. Beberapa di antaranya merupakan anggota DPD RI yang tergabung dalam Kaukus Nahdliyin DPD RI, seperti Boy Latuconsina dari Maluku, H Abdullah dari Papua Barat, dan Hj Ade Yuliasih dari Banten.
Sejumlah tokoh lainnya turut hadir, di antaranya Gus Faiz, pengasuh Pondok Pesantren Nuriddahlani Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, bersama Agus Muttaqin, aktivis IKA PMII Jawa Timur yang juga mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur.
Kepala Desa Tejoasri Lamongan Yusuf Bachtiar, Ketua Umum Poros Muda NU Ramadhan Isa, serta Ketua LBH Ansor Jawa Timur Muhammad Syahid juga tercatat menyambangi Posko EMILIA.
Lia mengatakan pendirian posko tersebut merupakan bentuk kontribusi yang ingin ia berikan selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Ia tidak membatasi siapa saja yang dapat memanfaatkan posko tersebut, termasuk para jurnalis dari berbagai media.
Menurut Lia, seluruh jurnalis yang datang diperlakukan sama tanpa melihat latar belakang media maupun organisasi kewartawanan.
Sebelum muktamar dimulai, Lia juga melakukan sejumlah kegiatan di sekitar lokasi. Ia melakukan napak tilas ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum serta bersilaturahmi dengan putri KH Wahab Hasbullah, Bu Nyai Mundjidah Wahab, dan menantunya, Gus Edo.
Lia juga melakukan fogging di sekitar kawasan muktamar pada H-3 pembukaan sebagai bagian dari upaya membantu menjaga kenyamanan lingkungan menjelang kedatangan peserta dan pengunjung.
Lia mengatakan berbagai kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar agar kehadirannya selama Muktamar NU dapat memberikan manfaat.
“Alhamdulillah, kalau selama pelaksanaan Muktamar NU ini kehadiran saya membawa manfaat bagi orang banyak. Sebab pesan Ayah saya, KH Masykur Hasyim adalah khairu an-naas anfa’uhum lin-naas, yang artinya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” pungkas Lia.





