BERITASIBER.COM | LAMONGAN — Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, semakin mengkhawatirkan. Hingga Minggu (11/1/2026), genangan air yang telah berlangsung hampir dua bulan tersebut belum juga menunjukkan tanda-tanda surut. Bahkan, intensitas banjir justru semakin meningkat dan meluas ke berbagai titik permukiman warga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Luapan air sungai kini merendam akses jalan utama desa dengan ketinggian mencapai 50 hingga 70 sentimeter. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas, sementara aktivitas ekonomi warga nyaris terhenti. Tidak hanya jalan poros desa, banjir juga telah memasuki area permukiman penduduk dengan ketinggian air rata-rata 30 hingga 40 sentimeter di dalam rumah.

Data sementara menyebutkan ratusan rumah warga terdampak langsung oleh banjir. Selain itu, ratusan hektare lahan tambak yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat dipastikan mengalami gagal panen. Air yang menggenangi tambak dalam waktu lama menyebabkan kerugian besar bagi para petambak, yang hingga kini belum dapat kembali beraktivitas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dampak banjir juga menyasar fasilitas umum. Sejumlah gedung pendidikan, tempat ibadah, serta fasilitas pelayanan masyarakat turut terendam. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Para siswa di Desa Bojoasri terpaksa berangkat ke sekolah dengan menerjang genangan air, meskipun harus menghadapi risiko keselamatan.

Azam, salah satu siswa, mengaku kondisi seragam basah kuyup sudah menjadi hal biasa. “Setiap hari pasti basah. Jalannya licin, kadang terpeleset. Tapi sekolah tetap masuk, jadi ya dijalani saja,” ungkapnya dengan nada pasrah.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2