Ia menambahkan, pendekatan yang komunikatif dan kebersamaan antara pengurus pesantren dan para santri turut menjaga semangat mereka untuk tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di pondok.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut menghadirkan penceramah KH Bi’in Abdussalam yang memberikan tausiyah tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi harus diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.

“Momentum Nuzulul Qur’an seharusnya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Dalam kondisi apa pun, termasuk ketika menghadapi ujian seperti banjir, manusia tetap membutuhkan petunjuk dari Al-Qur’an,” ungkapnya di hadapan para santri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lebih lanjut, ia juga mengajak para santri untuk terus memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini juga menjadi bagian dari penutup rangkaian kegiatan Ramadhan di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar. Selama bulan suci, para santri aktif mengikuti berbagai program keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, pengajian kitab, kajian keislaman, serta kegiatan ibadah lainnya yang memperkuat nilai spiritual dan keilmuan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama pondok pesantren. Dalam doa tersebut, para santri dan pengurus memohon keberkahan, keselamatan, serta berharap agar banjir yang melanda wilayah sekitar segera surut sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2