Dalam proses monitoring, petugas tidak hanya sekadar melihat pertumbuhan tanaman. Aipda Yerry dan Aipda Sugeng berinteraksi langsung dengan warga untuk menggali informasi mengenai kendala yang dihadapi dalam proses bercocok tanam. Beberapa kendala yang sering ditemui di lapangan, seperti masalah ketersediaan air, serangan hama, maupun teknis perawatan tanaman, langsung dicatat untuk kemudian dicarikan solusinya bersama kelompok tani atau perangkat desa terkait.

“Kami hadir untuk memotivasi sekaligus memfasilitasi komunikasi antara warga dengan pihak-pihak terkait. Jika ada kendala teknis, kami siap membantu mengoordinasikan dengan penyuluh pertanian lapangan agar hasil panen nantinya dapat maksimal dan memberikan dampak ekonomi bagi warga,” tambah Aipda Sugeng di sela-sela kegiatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan monitoring yang berlangsung sejak pukul 09.15 WIB tersebut berjalan dengan tertib dan kondusif. Warga terlihat sangat antusias dalam mengelola lahan mereka, yang menunjukkan bahwa program P2B telah diterima dengan baik di masyarakat Kecamatan Kembangbahu.

Komitmen Polsek Kembangbahu dalam menjaga ketahanan pangan ini juga selaras dengan semangat “Ayo Jogo Lamongan”. Dengan memastikan stabilitas pangan di tingkat akar rumput, diharapkan angka inflasi daerah dapat terkendali dan masyarakat memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat.

Ke depan, Polsek Kembangbahu berencana untuk terus melakukan pendampingan secara berkala guna memastikan keberlanjutan program ini. Pihaknya berharap, kesuksesan pemanfaatan lahan di Kembangbahu dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di kecamatan lainnya untuk mengoptimalkan setiap jengkal lahan yang dimiliki menjadi sumber pangan yang bermanfaat bagi keluarga dan sesama.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2