Tidak hanya sampai di situ, dukungan penuh juga diberikan oleh Perangkat Daerah terkait sebagai wujud kolaborasi dalam menciptakan praktik usaha kolektif yang lebih maju. Perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lamongan menyampaikan bahwa pelaporan keberlanjutan akan menjadi bukti konkret bahwa usaha berbasis komunitas di Lamongan siap bersaing dengan standar pembangunan global.
“Laporan ini akan menjadi bukti konkrit bahwa Koperasi dan BUMDes di Lamongan bukan sekadar mencari untung, tetapi benar-benar menjadi pionir pembangunan berkelanjutan di tingkat akar rumput,” tegasnya.
Atmosfer pelatihan berjalan dinamis, dengan interaksi aktif antara narasumber dan peserta. Banyak peserta yang mengaku mendapatkan wawasan baru, terutama terkait bagaimana menyampaikan data non-keuangan secara sistematis dan relevan.
Selama ini, sebagian besar Koperasi dan BUMDes masih berfokus pada laporan keuangan konvensional yang hanya mencerminkan kondisi finansial. Melalui pelatihan ini, mereka memahami bahwa laporan keberlanjutan dapat menjadi nilai tambah signifikan untuk meningkatkan kepercayaan anggota, mitra usaha, hingga masyarakat luas.
Beberapa peserta juga memberikan testimoni bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan, mengingat tantangan pengelolaan usaha di era modern semakin kompleks. Kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan usaha tidak hanya berkaitan dengan modal dan keuntungan, tetapi juga kemampuan menyesuaikan diri dengan isu-isu global seperti krisis iklim, kesenjangan sosial, dan tuntutan terhadap tata kelola yang bersih dan transparan.
Dengan kemampuan menyusun laporan berkelanjutan, mereka berharap dapat membuka peluang kemitraan lebih luas, terutama dengan lembaga keuangan atau investor yang memiliki fokus pada pembiayaan berkelanjutan.
Pelatihan ini juga menandai dimulainya komitmen jangka panjang Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendorong model pelaporan yang lebih komprehensif di kalangan usaha kolektif. Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian merencanakan pendampingan lanjutan bagi peserta, termasuk penyusunan template laporan keberlanjutan yang dapat digunakan secara mandiri oleh Koperasi dan BUMDes.
Bahkan, ke depan direncanakan adanya penghargaan khusus bagi Koperasi dan BUMDes dengan Sustainability Report terbaik, sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar praktik bisnis berkelanjutan semakin mengakar.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peningkatan kapasitas, tetapi juga simbol transformasi menuju era baru tata kelola usaha di Lamongan. Dengan semakin meningkatnya tuntutan pasar dan masyarakat untuk keterbukaan dan tanggung jawab sosial, Koperasi dan BUMDes kini memiliki bekal untuk meningkatkan reputasi, memperkuat manajemen, dan membangun kepercayaan publik melalui pelaporan yang transparan dan berbasis keberlanjutan.
Seiring dengan berakhirnya pelatihan, harapan besar muncul bahwa peserta akan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan usaha masing-masing. Langkah kecil ini diyakini akan membawa dampak besar bagi pengembangan ekonomi desa dan sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Lamongan.
Pelatihan ini bukan hanya tentang membuat laporan, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat desa, lingkungan, dan perekonomian lokal secara keseluruhan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Koperasi dan BUMDes Lamongan kini siap melangkah menuju standar keunggulan baru di tingkat nasional maupun global.





