BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di era digital, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Data Berdasarkan Studi Kasus pada tahun 2022.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/06/2023), di Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan ini diikuti oleh puluhan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Antusiasme peserta tampak sejak hari pertama, mencerminkan kebutuhan yang semakin mendesak akan kemampuan literasi data di lingkungan pendidikan modern.
Pelatihan ini menghadirkan Abidah Dwi Rahmi Satiti sebagai pemateri utama. Beliau dikenal sebagai akademisi yang berkompeten dalam bidang metodologi penelitian, analisis data, dan pengembangan pendidikan berbasis teknologi. Kehadirannya memberikan warna tersendiri bagi para peserta, terutama karena penyampaian materi yang aplikatif, kontekstual, dan sangat relevan dengan tantangan nyata yang dihadapi para guru di sekolah masing-masing.
Menurutnya, di era pendidikan berbasis data, kemampuan menganalisis dan membaca pola informasi menjadi salah satu pilar penting dalam merumuskan kebijakan pembelajaran. Data hasil belajar siswa, gaya belajar, tingkat kehadiran, hingga data penilaian menjadi landasan objektif bagi pendidik dalam memperbaiki metode mengajar. Namun, tidak dipungkiri bahwa masih banyak pendidik yang mengalami kesulitan dalam mengolah data tersebut secara tepat. Selama ini, sebagian besar guru hanya mengandalkan intuisi atau pengalaman, tanpa dukungan analisis data yang memadai dalam proses pengambilan keputusan di kelas.
“Melihat kondisi tersebut, pelatihan ini dirancang untuk membantu guru memahami cara mengubah data mentah menjadi informasi yang dapat digunakan (actionable insight),” ucapnya.
Melalui pendekatan studi kasus, peserta diberi kesempatan mengerjakan langsung data yang menyerupai kondisi nyata di sekolah. Metode ini membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam konteks pembelajaran yang mereka hadapi sehari-hari.
Pada sesi pertama, pemateri mengajak peserta untuk memahami konsep dasar data pendidikan. Mulai dari jenis-jenis data yang sering muncul dalam kegiatan belajar mengajar, pentingnya validitas dan reliabilitas data, hingga cara mengidentifikasi permasalahan berdasarkan pola data yang muncul. Peserta diajak untuk melihat bahwa setiap angka dan grafik memiliki makna yang dapat diinterpretasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Memasuki sesi berikutnya, peserta diperkenalkan pada berbagai teknik pengolahan data sederhana menggunakan perangkat lunak yang mudah diakses, seperti spreadsheet. Di sini, Abidah Dwi Rahmi Satiti menunjukkan bagaimana proses input data, pembersihan data (data cleaning), hingga teknik dasar analisis seperti tabel pivot, grafik tren, serta perhitungan statistik deskriptif. Penjelasan yang runtut dan disertai contoh konkret membuat peserta lebih mudah memahami, bahkan bagi guru yang baru pertama kali mendalami analisis data.
Pada hari kedua, pelatihan masuk pada tahap yang lebih aplikatif, yakni penentuan strategi pembelajaran berbasis temuan data. Peserta diajak untuk membaca hasil analisis dan menerjemahkannya menjadi kebijakan kelas yang efektif. Misalnya, jika data menunjukkan banyak siswa mengalami kesulitan pada kompetensi tertentu, maka guru dapat merancang remedi yang lebih terarah. Atau jika data presensi menunjukkan adanya pola ketidakhadiran pada jam tertentu, sekolah dapat melakukan evaluasi metode penyampaian materi atau manajemen waktu.
Metode studi kasus membuat peserta mampu menyaksikan secara langsung bagaimana data dapat mengungkap permasalahan pembelajaran yang sebelumnya tidak terlihat secara jelas. Banyak guru mengakui bahwa selama ini mereka sudah terbiasa mengumpulkan data, namun belum optimal dalam memanfaatkannya untuk pengembangan strategi mengajar.






