Menariknya, pelayanan Bapenda di event Bahana Bersahaja tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Desa Teguhan. Sejumlah masyarakat dari desa-desa sekitar juga turut datang untuk mendapatkan pelayanan dan konsultasi perpajakan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan perpajakan yang mudah dijangkau masih cukup tinggi. Bapenda Kabupaten Madiun pun terus berupaya menghadirkan inovasi pelayanan agar masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor untuk mendapatkan informasi maupun menyelesaikan administrasi tertentu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bagi masyarakat yang belum sempat memanfaatkan layanan Bapenda dalam event tersebut, pelayanan perpajakan tetap tersedia pada hari kerja melalui sejumlah kanal yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Komitmen pelayanan kami tidak berhenti di event ini saja. Untuk hari efektif harian, kami sudah menyiapkan tiga pilar pelayanan. Warga bisa datang ke Kantor Pelayanan utama kami di Caruban, memanfaatkan fasilitas di Mall Pelayanan Publik (MPP), atau bagi yang sibuk, bisa mengakses layanan secara online dari rumah,” tambah Ni Ayu Roswita.

Dengan tersedianya beberapa pilihan pelayanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memilih kanal yang paling sesuai dengan kebutuhan. Kehadiran layanan online juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik untuk memberikan kemudahan, efisiensi waktu, serta mengurangi kebutuhan masyarakat untuk datang langsung ke kantor pelayanan.

Bapenda Kabupaten Madiun juga terus mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan kewajiban membayar pajak daerah. Kepatuhan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan daerah.

Ni Ayu Roswita menegaskan bahwa pajak daerah yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan kembali dirasakan manfaatnya melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

“Pajak daerah yang dibayarkan oleh masyarakat akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, dan pendidikan di Kabupaten Madiun. Oleh karena itu, kami mengimbau dengan sangat agar seluruh masyarakat peduli dan bangga membayar pajak tepat waktu. Menjadi taat pajak berarti ikut serta membangun kampung halaman,” pungkasnya.

Pelayanan jemput bola yang dihadirkan Bapenda Kabupaten Madiun dalam event Bahana Bersahaja menjadi gambaran bahwa pelayanan publik tidak harus selalu berlangsung di balik meja kantor. Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, pemerintah dapat mendengar kebutuhan warga sekaligus memberikan solusi secara cepat dan tepat.

Langkah tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan pada berbagai kegiatan masyarakat lainnya, sehingga kesadaran pajak tumbuh seiring dengan semakin mudahnya akses pelayanan. Pada akhirnya, pajak bukan lagi dipandang sebagai kewajiban yang rumit, melainkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam membangun Kabupaten Madiun secara bersama-sama.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2