LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Karangbinangun, Polres Lamongan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dan kebakaran pada musim kemarau melalui Patroli Kota Presisi tanggap bencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Desa Sambopinggir, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Senin (5/10/2026), sebagai langkah preventif untuk memantau kondisi lingkungan sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau.

Kapolsek Karangbinangun Iptu I Wayan Sumantra, S.H. mengatakan, patroli tanggap bencana dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat muncul selama musim kemarau, terutama ancaman kebakaran lahan maupun lingkungan serta kemungkinan terjadinya kekeringan di tengah masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman sekaligus mengetahui secara langsung apakah terdapat dampak musim kemarau yang dirasakan masyarakat. Anggota kami terjunkan untuk melakukan patroli dan pengecekan, khususnya berkaitan dengan potensi kekeringan maupun kebakaran,” ujar Iptu I Wayan Sumantra.

Patroli dimulai sekitar pukul 09.15 WIB dengan melibatkan tiga personel Polsek Karangbinangun, yakni Aiptu Kasi Umar, Aiptu Wiyanto dan Aiptu Irfan. Personel melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi wilayah Desa Sambopinggir serta lingkungan di sekitarnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas melakukan pengecekan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap dampak musim kemarau. Berdasarkan hasil pemantauan sementara di lapangan, tidak ditemukan adanya kekeringan di wilayah yang dilakukan pengecekan.

Selain mengantisipasi kekeringan, perhatian petugas juga diarahkan terhadap potensi kebakaran. Kondisi lingkungan pada musim kemarau memerlukan kewaspadaan masyarakat, terutama terhadap aktivitas yang melibatkan api dan berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Kapolsek menjelaskan, patroli tanggap bencana memiliki fungsi penting karena personel kepolisian dapat melihat secara langsung kondisi wilayah sekaligus melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan. Apabila ditemukan indikasi bencana maupun kondisi yang membutuhkan penanganan, koordinasi dengan instansi terkait dapat segera dilakukan.

“Kami ingin memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga. Pencegahan menjadi hal yang sangat penting, sehingga apabila ditemukan potensi kerawanan di lapangan dapat segera dilakukan langkah antisipasi dan koordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2