Awalnya, para penjual nasi Boran memperdagangkan dagangannya dengan berjalan kaki. Mereka dijual antar desa dan diparkir di teras rumah warga.
Namun sekitar tahun 1980-an, setelah adanya Perumnas Made, para pedagang Nasi Baron mulai mengantre karena keterbatasan tenaga dan usia.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Saat melewati Kabupaten Lamongan, Anda bisa menikmati Nasi Boran yang merupakan kuliner khas Lamongan.
Menemukan pedagang nasi boran tidaklah sulit, mereka dapat ditemukan hampir di sepanjang jalan raya nasional Poros hingga di sekitar dalam kota Lamongan.
Artikel Rekomendasi
Halaman:






