Selain itu, kopi juga dapat memengaruhi saluran cerna. Minum kopi tanpa didahului makan berisiko memicu keluhan seperti mual, kembung, kram perut, atau diare. Kopi merangsang pergerakan usus, sehingga pada individu tertentu dapat menimbulkan dorongan buang air besar secara tiba-tiba.

Efek ini lebih sering dirasakan oleh mereka yang memiliki gangguan pencernaan sensitif, seperti sindrom iritasi usus besar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dari sisi hormonal, kafein dapat memicu pelepasan kortisol, hormon yang berperan dalam mengatur metabolisme dan respons stres. Lonjakan kortisol dalam jangka pendek umumnya tidak berbahaya, namun pada orang yang sensitif dapat memengaruhi kualitas tidur dan suasana hati.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi berdekatan dengan waktu makan berpotensi menghambat penyerapan nutrisi tertentu, terutama zat besi.

Untuk mengurangi risiko, para ahli menyarankan agar kopi dikonsumsi setelah makan atau disertai camilan ringan. Dengan cara ini, manfaat kopi tetap bisa diperoleh tanpa menimbulkan gangguan bagi kesehatan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2