BERITASIBER.COM – Aksi pencurian empat unit handphone (HP) yang meresahkan warga di Kecamatan Siantar Utara akhirnya berhasil diungkap. Seorang remaja berinisial GAS (18), warga Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, ditangkap setelah kepergok mencuri sejumlah ponsel milik warga di Jalan Serumpun, Kelurahan Sukadame.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kasus ini menjadi perhatian warga lantaran pelaku diduga sudah beberapa kali melakukan aksi serupa di lingkungan tersebut. Bahkan, untuk mengelabui korban dan aparat kepolisian, GAS nekat menyembunyikan barang bukti di tempat yang tidak biasa, yakni di bawah tungku masakan sebuah warung.

Kapolsek Siantar Utara, AKP Jahrona Sinaga SH, membenarkan penangkapan pelaku. Ia menjelaskan, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin dini hari (12/5/2026) sekitar pukul 03.30 WIB di rumah milik seorang warga berinisial NS (58).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa itu pertama kali diketahui saat korban terbangun menjelang subuh dan hendak mengambil telepon genggamnya yang sedang diisi daya. Namun korban terkejut karena ponselnya sudah tidak berada di tempat semula.

Merasa curiga, korban kemudian membangunkan salah satu penghuni rumah lainnya, RS (27), dan meminta agar nomor ponsel tersebut dihubungi. Sayangnya, panggilan tidak tersambung karena handphone sudah dalam keadaan mati.

Kepanikan mulai terjadi setelah korban menyadari bahwa bukan hanya satu ponsel yang hilang. Dua unit HP milik istri dan anak perempuan korban juga ikut raib dari dalam rumah.

Korban selanjutnya memeriksa kondisi rumah dan mendapati pintu depan ternyata tidak terkunci. Setelah ditanya, saksi RS mengaku lupa mengunci pintu rumah saat masuk pada malam sebelumnya.

“Kelalaian itu dimanfaatkan pelaku untuk masuk ke rumah dan mengambil sejumlah handphone yang berada di dalam,” ujar AKP Jahrona Sinaga.

Karena sebelumnya wilayah tersebut beberapa kali mengalami kasus pencurian dengan pola yang hampir sama, korban langsung mencurigai GAS sebagai pelakunya. Bersama sejumlah kerabat, korban kemudian melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Tak butuh waktu lama, terduga pelaku berhasil ditemukan. Saat diinterogasi oleh korban secara kekeluargaan, GAS akhirnya mengakui perbuatannya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2