BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero kembali meluas dan berdampak serius pada berbagai sektor kehidupan masyarakat di Kabupaten Lamongan. Curah hujan tinggi yang terjadi sejak awal Januari menyebabkan genangan air merendam tidak hanya permukiman warga, tetapi juga fasilitas pendidikan dan rumah ibadah di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, banjir saat ini telah berdampak pada lima kecamatan yang mencakup 27 desa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Lamongan, Moch. Na’im, menyampaikan bahwa sedikitnya 11 lembaga pendidikan terdampak genangan air dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
“Lembaga pendidikan yang terdampak mulai dari PAUD dan TK hingga jenjang SMP dan SMA. Total ada sekitar 11 sekolah yang saat ini terendam banjir,” ujar Na’im saat ditemui di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Lamongan, Senin (12/01/2026).
Tak hanya sektor pendidikan, fasilitas ibadah juga ikut terdampak. BPBD mencatat setidaknya 14 masjid dan musala di wilayah terdampak banjir terendam air. Kondisi ini membuat aktivitas ibadah masyarakat terganggu, terutama di desa-desa yang hingga kini masih tergenang cukup dalam.
Na’im menjelaskan, salah satu wilayah dengan kondisi paling parah berada di Kecamatan Kalitengah, khususnya Desa Bojoasri. Debit air yang masih tinggi serta aliran sungai yang belum sepenuhnya normal membuat banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut. Hal ini turut berdampak pada aktivitas warga, termasuk akses menuju sekolah.





