BERITASIBER.COM – Dunia pendidikan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mendadak gempar. Gedung SMK Kesehatan Nusantara yang berlokasi di Jalan Raya Nyalaran KM 03, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, kini dalam kondisi tersegel. Aksi penyegelan yang dilakukan oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan ini mengakibatkan aktivitas pendidikan lumpuh total dan menyisakan trauma bagi sejumlah siswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pantauan di lokasi pada Kamis (14/5/2026), gerbang utama sekolah nampak tertutup rapat dan digembok. Sebuah spanduk berukuran 2×1 meter terpampang mencolok di bagian depan gedung. Spanduk tersebut bertuliskan pernyataan klaim: “Tanah ini milik Arofatin Nisa’ berdasarkan SHM 0328. Dilarang melakukan aktivitas apapun di tanah ini!!! Pasal 535 KUHAP tentang memasuki pekarangan tanpa izin”.

Kepala SMK Kesehatan Nusantara, Ahmad Mahfud, membenarkan peristiwa memprihatinkan tersebut. Menurut keterangannya, penyegelan mulai dilakukan sejak Senin (11/5/2026) oleh seorang perempuan berinisial AN, yang diketahui merupakan mantan Bendahara Yayasan Kunci Ilmu yayasan yang menaungi sekolah tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Namun, yang paling mengejutkan adalah adanya dugaan penyekapan terhadap siswa saat aksi penyegelan berlangsung. Mahfud mengungkapkan bahwa saat gerbang digembok paksa dari luar, terdapat empat orang siswa yang tengah berada di dalam asrama sekolah.

“Anak-anak mengaku sangat ketakutan, bahkan ada yang menangis. Ini jatuhnya sudah penyekapan, karena saat itu ada penghuninya di dalam area sekolah. Untuk bisa keluar dan menyelamatkan diri, keempat siswa tersebut terpaksa harus melompati pagar sekolah yang cukup tinggi,” ujar Mahfud dengan nada geram saat ditemui media.

Dampak dari aksi sepihak ini sangat dirasakan oleh ratusan siswa yang menimba ilmu di sekolah tersebut. Mengingat akses masuk gedung ditutup total, pihak manajemen sekolah terpaksa mengambil kebijakan darurat agar hak pendidikan siswa tidak sepenuhnya terhenti.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2