BERITASIBER.COM | PONOROGO — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak, aman, dan bebas dari praktik perundungan saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Selasa (31/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan serta sistem pengasuhan di Sekolah Rakyat benar-benar mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dalam agenda tersebut, Menteri PPPA meninjau langsung berbagai sarana dan prasarana, mulai dari ruang kelas, asrama siswa, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Dalam keterangannya, Arifah Fauzi menekankan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk berkembang secara fisik, mental, dan sosial. Ia mengingatkan bahwa praktik perundungan di lingkungan sekolah harus dicegah secara serius karena dapat berdampak negatif terhadap masa depan anak.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk belajar, berkembang, serta membangun karakter secara positif. Tidak boleh ada toleransi terhadap perundungan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi terhadap kondisi lingkungan Sekolah Rakyat Ponorogo yang dinilai telah memenuhi prinsip ramah anak. Dengan suasana yang bersih, udara yang sejuk, serta fasilitas yang memadai, para siswa dapat menjalani proses belajar dengan nyaman dan tenang.






