Untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi, BPBD Lamongan telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan. Sejumlah langkah darurat pun disiapkan, termasuk penyediaan sarana transportasi air.
“Kami sudah menyiapkan dan mengirimkan perahu yang bisa dimanfaatkan untuk membantu mobilitas siswa menuju sekolah, terutama di wilayah yang jalannya masih terendam banjir,” jelas Na’im.
Selain penanganan di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mulai menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada warga terdampak. Layanan kesehatan gratis turut disiagakan guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat banjir berkepanjangan. Sejumlah organisasi dan lembaga sosial juga dilaporkan telah ikut berpartisipasi dalam penyaluran bantuan di beberapa desa.
Terkait kondisi cuaca, BPBD Lamongan mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda yang menyebutkan bahwa intensitas curah hujan pada dasarian kedua Januari, yakni tanggal 11 hingga 20, diperkirakan mulai menurun dibandingkan periode sebelumnya. Harapan pun muncul agar penurunan curah hujan tersebut dapat mempercepat surutnya genangan air di wilayah Bengawan Jero.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.





