BERITASIBER.COM – Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran pola makan sehat sejak dini terus dilakukan dengan berbagai cara kreatif. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Sukorejo 1 melakukan terobosan edukasi dengan memanfaatkan teknologi visual tiga dimensi (3D) yang menyasar siswa sekolah dasar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Pada Kamis (30/04/2026), keceriaan terpancar dari wajah puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jetis IV Lamongan. Ruang perpustakaan yang biasanya digunakan sebagai ruang membaca siswa, disulap menjadi bioskop mini. Kehadiran petugas SPPG kali ini bukan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau imunisasi, melainkan membawa misi edukasi gizi dengan kemasan yang jauh lebih menyenangkan.

​Suasana riuh penuh antusiasme mulai pecah saat petugas membagikan kacamata 3D kepada para siswa. Melalui layar lebar yang telah disiapkan di depan kelas, anak-anak diajak untuk “masuk” dan menyelami dunia mikroskopis. Mereka menyaksikan bagaimana zat-zat gizi bekerja di dalam tubuh manusia secara nyata.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Visualisasi canggih dari teknologi tiga dimensi ini membuat materi mengenai protein, karbohidrat, hingga fungsi vitamin menjadi lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Para siswa nampak sesekali menggerakkan tangan ke udara, seolah-olah ingin menyentuh langsung karakter buah dan sayuran yang muncul seakan keluar dari layar.

​Amalia, Kepala SPPG Sukorejo 1 Lamongan, menjelaskan bahwa penggunaan media film 3D merupakan strategi untuk memutus kebosanan siswa terhadap materi teori kesehatan yang konvensional.

​”Dengan edukasi yang dibarengi teknologi tiga dimensi ini, para siswa bisa melihat langsung secara visual apa sebenarnya manfaat sayur dan buah bagi organ tubuh mereka. Harapannya, pengetahuan ini akan mengubah pola makan mereka menjadi lebih sehat secara mandiri tanpa harus dipaksa,” ujar Amalia di sela-sela kegiatan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2