LAMONGAN, BeritaSiber.com — Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru dalam pendidikan anak usia dini. Kebiasaan anak mengenal dan menggunakan gawai sejak usia sangat muda menjadi perhatian tersendiri bagi para pendidik dan orang tua.
Bunda PAUD Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, menilai kondisi tersebut harus direspons dengan pola pendidikan yang mampu membuat anak tetap merasa bahagia tanpa bergantung pada gadget. Menurutnya, lingkungan sekolah PAUD harus menjadi ruang yang menyenangkan sekaligus memberikan kesempatan bagi anak untuk berinteraksi secara langsung dengan guru maupun teman sebaya.
Pesan tersebut disampaikan Anis Kartika saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Selasa (1/9/2026).
Anis mengatakan, pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis karena menjadi tahap awal dalam membangun fondasi perkembangan anak. Guru PAUD tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga mendampingi anak dalam mengenal lingkungan, berkomunikasi, bersosialisasi dan membentuk karakter.
Pada tahap tersebut, pengalaman sederhana yang diperoleh anak di sekolah dapat menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembangnya. Mulai dari mengenal warna, memegang pensil, mengikuti kegiatan bersama, hingga belajar berbagi dan berinteraksi dengan orang lain.
“Peran ini adalah sebuah panggilan jiwa dan investasi terhadap masa depan bangsa,” ujar Anis.
Ia mengakui, menjadi pendidik PAUD bukan pekerjaan ringan. Guru membutuhkan kesabaran, keikhlasan dan energi yang besar karena berhadapan dengan karakter anak yang beragam. Di sisi lain, perubahan pola kehidupan masyarakat dan pesatnya perkembangan teknologi membuat tantangan pendidikan anak semakin kompleks.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah semakin dini anak mengenal gawai. Anis menyebut, anak berusia satu hingga dua tahun saat ini sudah banyak yang familiar dengan perangkat digital. Kondisi tersebut membuat guru PAUD tidak hanya perlu memperkuat kompetensi dalam pembelajaran, tetapi juga berperan dalam memberikan pemahaman kepada orang tua.
Menurutnya, pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Kebiasaan dan pola pengasuhan di rumah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak.





