LAMONGAN, BeritaSiber.com– Polsek Solokuro, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui kegiatan monitoring persiapan tanam jagung bersama petani dan UPT Pertanian Kecamatan Solokuro di Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Senin (31/8/2026).

Kapolsek Solokuro, AKP Joko Suprianto, mengatakan keterlibatan kepolisian dalam monitoring sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat sinergi dengan para petani di wilayah Kecamatan Solokuro.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami dari Polsek Solokuro siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Monitoring persiapan tanam jagung ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi bersama petani dan UPT Pertanian, sehingga program yang telah dicanangkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar AKP Joko Suprianto.

Kegiatan monitoring dilaksanakan di Desa Payaman sebagai salah satu bentuk perhatian jajaran kepolisian terhadap sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Dalam kegiatan tersebut, Polsek Solokuro bersama petani dan UPT Pertanian Kecamatan Solokuro melakukan pemantauan terhadap persiapan lahan dan rencana penanaman komoditas jagung.

Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan. Karena itu, kesiapan petani maupun lahan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar proses budidaya dapat berjalan secara optimal.

Sinergi antara kepolisian, petani, dan UPT Pertanian diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat wilayah. Kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat juga menjadi bentuk dukungan moral sekaligus upaya membangun komunikasi yang semakin erat dengan para petani.

AKP Joko Suprianto menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, kepolisian tidak dapat berjalan sendiri, sehingga kolaborasi dengan instansi pertanian dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung target pemerintah.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan UPT Pertanian serta para petani. Harapannya, seluruh tahapan dapat berjalan lancar dan produktivitas pertanian semakin meningkat,” katanya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2