“Ini tantangan bagi kita semuanya, terutama di tingkat PAUD. Guru juga harus mengedukasi orang tua, karena keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah,” katanya.

Anis menekankan, kebahagiaan anak harus menjadi salah satu perhatian utama dalam proses pendidikan. Sekolah PAUD, kata dia, seharusnya menghadirkan suasana yang membuat anak merasa aman, nyaman dan senang ketika belajar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Bagaimana guru PAUD membuat rasa bahagia. Pendidikan itu bagaimana anak-anak merasa bahagia. Kalau di rumah bahagia, di sekolah harus lebih bahagia tanpa harus memegang gadget,” tuturnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, guru dituntut lebih kreatif dalam merancang kegiatan pembelajaran. Aktivitas belajar dapat dikemas melalui permainan, kegiatan kelompok maupun berbagai aktivitas yang mendorong anak bergerak, berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung.

Pendekatan tersebut sekaligus menempatkan anak sebagai subjek pendidikan. Artinya, proses belajar tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi target pembelajaran, tetapi juga memperhatikan kebutuhan, karakter dan kebahagiaan anak.

Momentum HUT HIMPAUDI ke-21, lanjut Anis, diharapkan menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk memperkuat semangat pengabdian sekaligus meningkatkan kompetensi. Perubahan zaman menuntut guru untuk terus belajar dan berinovasi agar metode pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan anak.

Ia berharap para guru PAUD di Lamongan dapat terus menjaga semangat dalam mendidik generasi penerus. Profesionalitas, kreativitas dan ketulusan dinilai menjadi modal penting agar pendidikan anak usia dini mampu memberikan fondasi yang kuat bagi masa depan.

“Tetaplah mendidik dengan ikhlas, mengajar dengan cinta dan mendidik dengan ketulusan. Tetap semangat dan ceria, karena keceriaan guru juga berdampak pada anak-anak,” pungkas Anis.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2