“Harapannya, dari ajang ini lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama baik Lamongan, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional hingga internasional,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Siti Rubikah menjelaskan melalui gelaran olahraga tradisional 2026, Pemerintah Kabupaten Lamongan tidak hanya menghadirkan ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah melalui olahraga tradisional.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan berkelanjutan sekaligus menjaga eksistensi permainan rakyat di tengah arus modernisasi,” ungkapnya.
Di sisi lain, para peserta juga mengaku sangat menikmati jalannya kompetisi. Rani, salah satu peserta cabang Gobak Sodor, mengungkapkan bahwa permainan tersebut tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga strategi tim.
“Permainannya seru dan menantang. Bagian paling sulit saat harus menembus pertahanan lawan, apalagi kalau dijaga ketat,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Pipit, rekan satu timnya, yang menyebutkan bahwa persiapan matang menjadi kunci keberhasilan mereka.
“Kami rutin latihan, terutama fisik dan kecepatan. Tahun lalu kami juara, semoga tahun ini bisa mempertahankan bahkan meningkat,” katanya.





