BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Dampak ketegangan geopolitik global mulai dirasakan hingga ke sektor ekonomi kerakyatan di daerah. Di Lamongan, harga kemasan plastik dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai dua kali lipat dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan ini menjadi beban berat bagi pedagang serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada bahan tersebut untuk operasional harian.
Berdasarkan pantauan di Pasar Baru Lamongan, lonjakan harga terjadi hampir pada seluruh jenis plastik. Mulai dari plastik berbahan Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), hingga produk turunan seperti kantong plastik dan gelas sekali pakai mengalami kenaikan signifikan sejak pasca Idulfitri.
Salah satu pedagang grosir plastik, Sebrian Farid Sandi, menyebut kenaikan harga berada di kisaran 60 hingga 100 persen. Ia mencontohkan, harga plastik yang sebelumnya dijual Rp11.000 per pak kini melonjak menjadi Rp19.000.
“Kenaikan ini cukup mengejutkan bagi pembeli. Banyak pelanggan yang mengeluh karena harga naik hampir dua kali lipat,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Kenaikan juga terjadi pada perlengkapan usaha minuman seperti gelas plastik. Sebelumnya berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp9.000 per slop, kini harga melonjak menjadi Rp12.000 hingga Rp20.000 tergantung jenisnya. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha harus menghitung ulang biaya produksi.
Dampak paling terasa dirasakan oleh pelaku UMKM. Suhardi mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya untuk menyesuaikan lonjakan biaya bahan baku.





