BERITASIBER.COM – Lonjakan harga bahan pokok di Kota Medan dalam beberapa pekan terakhir semakin membebani masyarakat. Sejumlah komoditas utama seperti minyak goreng, cabai, bawang, hingga beras mengalami kenaikan signifikan dan belum menunjukkan tanda-tanda stabil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, harga minyak goreng saat ini berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter. Sementara itu, harga cabai dan bawang terus berfluktuasi pada level tinggi, diikuti kenaikan bertahap pada beras serta kebutuhan pokok lainnya.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya kalangan rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada stabilitas harga pangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Medan, seperti pemantauan harga dan rencana operasi pasar murah, dinilai belum memberikan dampak nyata terhadap penurunan harga di tingkat konsumen. Sejumlah warga mengaku masih kesulitan memperoleh bahan pokok dengan harga yang stabil.

“Harga naik terus, sementara penghasilan tetap. Kami terpaksa mengurangi belanja kebutuhan sehari-hari,” ujar salah seorang warga saat ditemui di pasar tradisional.

Sekretaris Jenderal DPP GEMAK, Rizal Hasibuan, menilai lonjakan harga tidak hanya dipengaruhi faktor produksi, tetapi juga berkaitan dengan distribusi dan lemahnya pengawasan pasar.

Menurutnya, minyak goreng subsidi masih sulit ditemukan di beberapa lokasi, sementara harga di pasaran justru melebihi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2