BERITASIBER.COM – Para petani ikan air tawar di Kabupaten Lamongan tengah menghadapi masa sulit. Dalam dua pekan terakhir, harga berbagai jenis komoditas ikan air tawar di pasaran mengalami kemerosotan drastis.
Fenomena ini dipicu oleh akumulasi dua faktor utama: panen raya yang terjadi secara serentak dan dampak sisa banjir yang mengganggu kualitas pertumbuhan ikan.
Lonjakan suplai di pasar yang tidak dibarengi dengan daya serap yang memadai membuat harga jual di tingkat petani jatuh.
Dari data yang berhasil dihimpun, penurunan harga ikan air tawar di Lamongan terjadi Ikan Bandeng anjlok dari Rp 32.000 menjadi Rp 26.000 per kg (isi 3–4 ekor). Untuk ukuran kecil, harganya bahkan merosot ke angka Rp 7.000–Rp 8.000 per kg.
Untuk Ikan Mujair turun harga dari Rp 22.000 menjadi Rp 12.000–Rp 15.000 per kg. Ikan Bader (Tawes): Mengalami penurunan dari Rp 22.000 menjadi Rp 10.000–Rp 12.000 per kg.
Sementara untuk Ikan Tombro mengalami penurunan harga paling tajam, yakni dari Rp 20.000 menjadi hanya Rp 8.000 per kg.
Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Wahyono, menuturkan bahwa kondisi ini merupakan implikasi dari siklus panen raya. Menurutnya, ketika hasil panen melimpah secara bersamaan, pasar seringkali kewalahan untuk menyerap stok.





