“Modal plastik naik dari Rp9.500 jadi Rp15.000. Kalau tidak menaikkan harga jual, kami bisa rugi,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Suhardi, kenaikan harga ini tidak hanya memengaruhi keuntungan, tetapi juga berpotensi menurunkan daya beli pelanggan. Ia khawatir kondisi ini akan berdampak pada penurunan omzet jika berlangsung dalam jangka panjang.

Sejumlah pedagang menilai lonjakan harga plastik ini berkaitan erat dengan situasi global, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik tersebut memicu fluktuasi harga minyak dunia, yang merupakan bahan utama dalam produksi plastik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi ini menciptakan efek domino hingga ke tingkat lokal, termasuk di Lamongan. Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan baku atau memberikan subsidi bagi sektor UMKM.

Jika tidak segera diatasi, kenaikan harga plastik dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga produk di tingkat konsumen. Hal ini berpotensi menekan daya beli masyarakat serta memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan situasi yang masih belum stabil, pelaku usaha di Lamongan kini hanya bisa berupaya bertahan sambil menunggu adanya kebijakan yang mampu meredam dampak dari tekanan ekonomi global tersebut.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2