Selain itu, ia menyoroti masih tingginya angka pernikahan dini di wilayah Nganjuk. Berdasarkan data tahun sebelumnya, terdapat sekitar 150 pengajuan pernikahan usia muda. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan berbagai risiko, baik dari sisi kesehatan maupun psikologis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Jauhi narkoba dan kegiatan negatif lainnya. Jadilah generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Nganjuk, Asti Widyartini, mengungkapkan bahwa minat generasi muda untuk mengikuti ajang ini mengalami peningkatan signifikan. Tahun ini, tercatat sebanyak 182 peserta mendaftar, terdiri dari 54 laki-laki dan 128 perempuan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari tahap administrasi, tes tulis, wawancara, hingga presentasi, terpilih 10 pasang finalis terbaik yang melaju ke babak grand final. Para finalis juga telah mengikuti karantina serta pembekalan materi untuk mempersiapkan diri secara maksimal.

Asti berharap, para Duta Genre terpilih nantinya dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya remaja, terkait pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan stunting.

“Duta Genre diharapkan menjadi role model bagi generasi muda di Nganjuk dan mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.

Ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan figur inspiratif, tetapi juga menjadi momentum penguatan peran generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkualitas.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2