BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Bulan suci Ramadan membawa dampak positif bagi geliat industri rumahan songkok di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Desa yang dikenal sebagai sentra pengrajin songkok terbesar di wilayah ini mengalami lonjakan permintaan signifikan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlengkapan ibadah.
Sejak awal Ramadan, aktivitas produksi di desa tersebut tampak semakin padat. Hampir di setiap rumah produksi, suara mesin jahit terdengar nyaris tanpa henti dari pagi hingga larut malam. Para pengrajin bekerja ekstra demi memenuhi pesanan yang terus berdatangan dari berbagai daerah.
Salah satu pengrajin, Ahmad Rohman, mengungkapkan bahwa jumlah pesanan pada Ramadan tahun ini meningkat tajam dibandingkan bulan-bulan biasa. Jika sebelumnya rata-rata pengiriman hanya berkisar 3.000 kodi per bulan, kini permintaan melonjak hingga mencapai sekitar 9.000 kodi. Kenaikan hampir tiga kali lipat tersebut membuat para pengrajin harus menambah jam kerja serta merekrut tenaga lepas.
“Ramadan selalu menjadi momen puncak permintaan. Agar semua pesanan bisa terpenuhi tepat waktu, kami menambah pekerja dan memberlakukan sistem lembur. Hampir seluruh warga terlibat,” ujar Ahmad, Sabtu (21/2/2026).
Kondisi ini membawa berkah tersendiri bagi perekonomian warga Desa Pengangsalan. Tidak hanya pengrajin utama, banyak warga sekitar yang ikut diberdayakan, khususnya pada proses finishing, pengemasan, hingga distribusi. Dengan demikian, perputaran ekonomi desa meningkat dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Meski diburu tenggat waktu, para pengrajin tetap mengedepankan kualitas. Bahan beludru premium serta teknik jahitan yang rapi menjadi standar utama demi menjaga kepuasan pelanggan. Menurut Ahmad, kualitas menjadi kunci agar produk songkok Pengangsalan tetap memiliki daya saing tinggi di tengah ketatnya persaingan pasar.






