Ia juga menambahkan, belum bisa disimpulkan bahwa penyebab keracunan berasal dari makanan MBG, mengingat siswa yang terdampak berasal dari berbagai kelas dan tidak seluruh penerima MBG mengalami gejala serupa.
“Ini tidak terjadi pada semua siswa, hanya belasan saja dan dari kelas yang berbeda-beda. Jadi kami harus kaji lebih dalam dulu sebelum mengambil kesimpulan,” imbuhnya.
Bupati Yuhronur memastikan bahwa seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan medis secara cepat. Selain itu, hasil kajian dan evaluasi akan diumumkan secara transparan untuk memastikan kepercayaan publik terhadap program MBG tetap terjaga.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Pemkab Lamongan dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan pelajar. Namun, insiden ini menjadi pengingat penting agar pelaksanaan program berjalan dengan pengawasan dan standar keamanan yang ketat.(Bs)





