BERITASIBER.COM | LAMONGAN — Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero kembali melanda wilayah Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Sedikitnya 520 rumah warga yang tersebar di empat dusun terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.
Banjir yang terjadi sejak lebih dari satu bulan terakhir ini disebut warga lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Empat dusun yang terdampak banjir tersebut meliputi Dusun Rowoglagah, Dusun Kedungwaru, Dusun Meluke, dan Dusun Pujut. Air banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menggenangi akses jalan desa sehingga menyulitkan mobilitas harian masyarakat.
Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa mengandalkan perahu sebagai sarana transportasi utama untuk beraktivitas. Selain itu, sebagian warga juga harus berjalan menyusuri jalan desa yang terendam air dengan kedalaman mulai dari betis hingga mencapai lutut orang dewasa.
“Banjir tahun ini cukup parah, airnya lebih lama surut dan terus bertambah. Aktivitas warga jelas terganggu,” ujar Kepala Desa Sidomulyo, Dwi Bagus Saputra kepada BeritaSiber.com, Selasa (20/1/2026).
Banjir juga menyebabkan kerusakan pada perabotan rumah tangga milik warga. Lemari kayu, meja, kursi, serta perabot lainnya mengalami kerusakan akibat terendam air dalam waktu lama. Upaya warga untuk menyelamatkan perabot dengan meninggikannya pun tidak membuahkan hasil karena debit air terus meningkat.
“Sudah kami ganjal pakai balok, tapi airnya naik terus. Banyak barang rusak,” keluh Umiyani, salah satu warga terdampak di Dusun Pujut.





