Kondisi banjir yang berkepanjangan membuat sebagian besar warga memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain khawatir dengan keselamatan, banjir juga mulai mengancam struktur bangunan rumah warga. Sejumlah dinding rumah dilaporkan mulai rapuh akibat terendam air dalam waktu lama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut warga dan pemerintah desa, banjir di Sidomulyo diperparah oleh kondisi geografis wilayah yang berada di daerah cekungan. Hal ini menyebabkan air kiriman dari sejumlah sungai di sekitarnya mudah meluap dan menggenangi permukiman warga.

Untuk memantau perkembangan situasi, pemerintah desa bersama warga secara rutin melakukan patroli di wilayah terdampak. Patroli difokuskan pada titik-titik yang mengalami kenaikan debit air dan wilayah yang berpotensi meluas genangannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Patroli kami lakukan untuk memastikan kondisi warga aman dan memantau kenaikan air, terutama di dusun yang ketinggiannya terus bertambah,” tambah Dwi Bagus.

Warga berharap banjir segera surut agar aktivitas kehidupan dapat kembali normal. Selain aktivitas sehari-hari, banjir juga merendam tambak milik warga yang menjadi sumber mata pencaharian utama.

“Kalau air cepat surut, kami bisa mulai bekerja lagi di tambak. Sekarang semuanya terhenti,” tutup Umiyani.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2